Surat untuk Abu Rizal Bakrie
Bung Ical yang terhormat,
Saya percaya anda lebih berkuasa dari presiden di negara ini
Sri Mulyani anda singkirkan dan mengungsi dari tanah kelahiran
yang dicintainya
Satgas anda bungkam sehingga tak lagi bersuara
Kepolisian dan Kejaksaan anda injak saat mereka menangani sang
perampok: gayus
sehingga anda pun tidak akan terkait dengan kebusukannya
Saya percaya anda juga telah menebar magnet kharisma anda
yang bernama rupiah di petinggi PSSI
Juga menanam sanak keluarga, handai taulan di tempat ini:
Nirwan, Nurdin Halid, Andi Darussalam..
Tapi biarkan olahraga yang satu ini tetap menjadi milik kita, jangan
anda rebut lagi
Anda boleh menguasai yang lainnya, apapun atau siapapun yang
bisa anda beli dengan kekayaan anda
Kami tidak peduli anda menjadi ketua partai dengan cara membeli
orang-orang yang sekarang menjadi pembela anda nomor wahid
Tapi tolong jangan anda kotori kesucian olahraga ini
Bung Ical
Anda bisa memiliki segalanya, tapi jangan yang satu ini
Biarkan ini tetap menjadi milik kami
Biarkan kami meneriakkan gairah kami pada permainan yang satu
ini
Bagi kami inilah ekstasi untuk sejenak melupakan kepenatan kami
atas kerasnya hidup yang mungkin
tidak pernah anda rasakan sejak anda menghirup udara di dunia
ini
Biarkan kami meneriakan nama-nama pahlawan kami kami:
Bambang Pamungkas! (bukan bambang soesatyo), Markus
Horison! (bukannya (melchias) markus mekeng), Firman Utina!
(tidak firman
soebagyo)
Bung Ical
Tidak kah anda melihat dan cemburu karenanya?
Bagaimana kami melonjak, berteriak dan tersenyum bahagia
sekedar dapat melihat pujaan kami
Kami teriakkan nama-nama mereka dengan cinta tanpa pamrih
rupiah
Irfan Bachdim!!! Christian Gonzales!!! Okto!!
Saat ini mereka adalah pahlawan kami
Pahlawan dengan parfum keringat yang menetes, bukannya
armani
Pahlawan yang berkaus basah dan bercelana pendek, bukan
pahlawan dalam setelan jas dan dasi
Pahlawan di lapangan rumput, tidak di gedung berpendingin
ruangan di senayan
Tidak kah bung bertanya, mengapa kami menjadikan mereka
pahlawan?
Karena mereka mencoba dengan sekuat tenaga, dengan keringat
dan air mata membuat kami bahagia
Oleh karenanya, apapun hasil perjuangan mereka, nama mereka
akan selalu lekat di hati kami,
mereka tetap pahlawan kami
Kami pun bahagia menjadi bagian dari perjuangan mereka, walau
sekedar teriakan penyemangat
Akan kami ceritakan saat-saat perjuangan mereka kelak kepada
anak cucu kami
Bung Ical
Anda berkeinginan untuk menjadi orang nomor satu di negeri ini
kelak
Oleh karena itu jangan biarkan remah-remah simpati yang tersisa
pada kami lenyap
Anda mungkin ingat ungkapan : “we may forgive, but we’ll never
forget”
Kami tidak bisa berbuat apa-apa, tapi kami akan ingat
selamanya :Lapindo, penggelapan pajak…
Jangan anda tambah kekecewaan kami dengan merebut
permainan ini dari kami
Jika anda ingin mendapat sedikit ucapan terima kasih dari kami
tolong anda bisikkan sesuatu kepada Nurdin agar ia segera
menyingkir dari olahraga ini
Terima kasih bung Ical
dikutip dari :
http://olahraga.kompasiana.com/bola/2011/01/03/surat-untuk-abu-rizal-bakrie/
Monday, January 3
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 komentar:
Post a Comment